Semarang.
Mega, begitulah sapaan Megawaty Indah Pratiwi yang khas oleh teman-teman. Ia
lahir di Lamongan, 16 Juni 1998 dan beralamat di Desa Laren Kecamatan Laren
Kabupaten Lamongan. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari bapak
Moh. Sufaat dan ibu Khuzaemah. Saat ini Mega mengambil program studi pendidikan
matemaatika di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Mahasiswa semester lima ini memiliki
segudang prestasi saat ia masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah. Saat
masih duduk di bangku sekolah ia pernah dinobatkan sebagai juara I pada lomba
Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dalam Senior High School Scouts
Competititon (SHS2C) di Universitas Islam Lamongan tahun 2016. Selain itu pada
ajang yang sama dia juga mendapat juara ketiga Bisnis Plan. Setahun sebelumnya
pada tahun 2015 ia pernah masuk finalis lomba Mobile Edukasi serta masuk
semifinal Olimpiade matematika UIN Sunan Ampel Surabaya. Tak berhenti disitu,
Mega juga masuk finalis lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan di IPB
tahun 2016.
Saat
menginjak bangku kulih, prestasi yang paling berkesan menurutnya adalah saat ia
menjuarai LKTI yang diselenggarakan oleh PC IPPNU Kab. Lamongan pada tahun
2018. Selain itu, ia juga pernah masuk finalis lomba karya tulis ilmiah pada
ajang Walisongo Science Competition yang diselenggarakan di UIN Walisongo tahun
2018. Yang terbaru ia bersama rekannya mendapat juara pertama lomba karya tulis
media pembelajaran matematika yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang.
Ia memang mempunyai motivasi dan kegemaran dalam hal menulis. Tidak heran
memang ia sering masuk finalis dan bahkan mendapatkan juara pada ajang lomba
karya tulis.
Saat
diwawancarai, Mega menyebutkan beberapa karya tulis yang pernah ia lombakan antara
lain yaitu Proposal Ide Bisnis Java Overland Studentpreneur Competition BSW Si
Penyelamat Alam, Proposal Ide Bisnis REBAK TEA (Red Banana Kepok Tea),
Bioetanol Berbahan Nasi Basi sebagai Pengganti Alkohol, Makam Syekh Maulana
Ishaq desa Kemantren sebagai Alternatif Destinasi Wisata Lamongan, dan lain
sebagainya.
Dia
bercerita tentang pengalamannya dalam menjuarai lomba media pembelajaran di
UNNES. “Awalnya sih sempet ragu ingin ikut lomba ini, karena belum terfikirkan
mau bikin media apa. Fasilitas pihak kampus pun juga menurut saya kuang memadai
untuk mendukung. Akan tetapi tiba-tiba saya berinovasi untuk membuat suatu
media pembelajaran yang berbasis permainan. Saya buat dengan penuh semangat,
dan saya serahkan semua pada Allah. Saat pengumuman finalis saya terkejut
ternyata ada nama saya dalam daftar finalis tersebut. Saya sempat ragu bakalan
bisa juara karena nama-nama finalis berasal dari universitas terkemuka. Tapi
dengan dukungan dari berbagai pihak saya lengkapi persyaratan-persyaratannya
dan alhamdulillah nama saya dipanggil terakhir oleh moderator untuk mengambil
piala sebagai juara pertama. Sangat bersyukur atas kerja keras saya dan bangga
pastinya bisa mengenalkan matematika UIN Walisongo.”
Selain
aktif menulis, Megawaty juga aktif dalam mengikuti organisasi kampus. Saat ini
ia terdaftar dalam staff anggota kementerian Sosial dan Politik Dewan Eksekutif
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi. Ia juga seorang aktifis organisasi
islam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di UIN Walisongo. Ia juga menjadi
sekretaris Ikatan Pemuda NU di daerah Lamongan tempat asalnya. Pengalaman yang
berharga akan mengantarkan ke masa depan yang lebih baik, begitu motivasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar