Senin, 04 November 2019

Berkarya Selagi Muda


Semarang. Mega, begitulah sapaan Megawaty Indah Pratiwi yang khas oleh teman-teman. Ia lahir di Lamongan, 16 Juni 1998 dan beralamat di Desa Laren Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari bapak Moh. Sufaat dan ibu Khuzaemah. Saat ini Mega mengambil program studi pendidikan matemaatika di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
            Mahasiswa semester lima ini memiliki segudang prestasi saat ia masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah. Saat masih duduk di bangku sekolah ia pernah dinobatkan sebagai juara I pada lomba Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dalam Senior High School Scouts Competititon (SHS2C) di Universitas Islam Lamongan tahun 2016. Selain itu pada ajang yang sama dia juga mendapat juara ketiga Bisnis Plan. Setahun sebelumnya pada tahun 2015 ia pernah masuk finalis lomba Mobile Edukasi serta masuk semifinal Olimpiade matematika UIN Sunan Ampel Surabaya. Tak berhenti disitu, Mega juga masuk finalis lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan di IPB tahun 2016.

Saat menginjak bangku kulih, prestasi yang paling berkesan menurutnya adalah saat ia menjuarai LKTI yang diselenggarakan oleh PC IPPNU Kab. Lamongan pada tahun 2018. Selain itu, ia juga pernah masuk finalis lomba karya tulis ilmiah pada ajang Walisongo Science Competition yang diselenggarakan di UIN Walisongo tahun 2018. Yang terbaru ia bersama rekannya mendapat juara pertama lomba karya tulis media pembelajaran matematika yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang. Ia memang mempunyai motivasi dan kegemaran dalam hal menulis. Tidak heran memang ia sering masuk finalis dan bahkan mendapatkan juara pada ajang lomba karya tulis.

Saat diwawancarai, Mega menyebutkan beberapa karya tulis yang pernah ia lombakan antara lain yaitu Proposal Ide Bisnis Java Overland Studentpreneur Competition BSW Si Penyelamat Alam, Proposal Ide Bisnis REBAK TEA (Red Banana Kepok Tea), Bioetanol Berbahan Nasi Basi sebagai Pengganti Alkohol, Makam Syekh Maulana Ishaq desa Kemantren sebagai Alternatif Destinasi Wisata Lamongan, dan lain sebagainya.

Dia bercerita tentang pengalamannya dalam menjuarai lomba media pembelajaran di UNNES. “Awalnya sih sempet ragu ingin ikut lomba ini, karena belum terfikirkan mau bikin media apa. Fasilitas pihak kampus pun juga menurut saya kuang memadai untuk mendukung. Akan tetapi tiba-tiba saya berinovasi untuk membuat suatu media pembelajaran yang berbasis permainan. Saya buat dengan penuh semangat, dan saya serahkan semua pada Allah. Saat pengumuman finalis saya terkejut ternyata ada nama saya dalam daftar finalis tersebut. Saya sempat ragu bakalan bisa juara karena nama-nama finalis berasal dari universitas terkemuka. Tapi dengan dukungan dari berbagai pihak saya lengkapi persyaratan-persyaratannya dan alhamdulillah nama saya dipanggil terakhir oleh moderator untuk mengambil piala sebagai juara pertama. Sangat bersyukur atas kerja keras saya dan bangga pastinya bisa mengenalkan matematika UIN Walisongo.”

Selain aktif menulis, Megawaty juga aktif dalam mengikuti organisasi kampus. Saat ini ia terdaftar dalam staff anggota kementerian Sosial dan Politik Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi. Ia juga seorang aktifis organisasi islam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di UIN Walisongo. Ia juga menjadi sekretaris Ikatan Pemuda NU di daerah Lamongan tempat asalnya. Pengalaman yang berharga akan mengantarkan ke masa depan yang lebih baik, begitu motivasinya.
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Ilmiah

Dewasa ini, kalangan siswa sering memiliki pandangan yang kurang baik tentang belajar. Siswa menganggap belajar adalah suatu kegiatan kur...